Ad Code

Responsive Advertisement

Pupus

Pupus
Pukul dua puluh dua titik nol nol kedai samping tegal
Hingar-bingar teriakan orang-orang hilang akal
Hanyut dalam suasana malam tanpa bintang
Menghapus duka lara yang semakin mengental
Sedangkan secangkir kopi menyaksikan dalam diam
Ada getaran untuk mengingatkan bahwa ia beranjak dingin
Namun apa daya, ia hanya penawar keruh sementara ini
Sebatang rokok di sela-sela kerinduan pun terdiam menunggu
Perlahan namun pasti, ia beranjak mati
Berdua hanya berpaling mata, menadaburkan kekalutan 
Menjadi saksi sisa-sisa runyam malam
Menjadi saksi jiwa-jiwa yang mendendam
Apakah ini pertanda
Tentang pupusnya rindu bulan pada bintang

Posting Komentar

0 Komentar