Dalam pelukan dingin hujanKepulan asap diatas kepala membawa harapan setiap nurani manusiaJiwa-jiwa yang terpuruk seolah melayangMengikat kenangan serta bayangSedangkan cairan hitam berampas kasarTeraduk sempurna bersatu dengan manisnya harapan baruUntuk bisa melewati hidup yang penuh senduLamunan demi lamunan menghasilkan bayang-bayang imaji kefanaanBualan demi bualan terlontar syahdu dalam anganRantai yang membelenggu pikiran sedikit demi sedikit melonggarBersiap melepaskan jiwa dan raga yang terguncangSedari tadi, selama asap-asap masih bergumul dengan angin malamAku tak pernah tahu kapan akan hilangKapan rasa itu akan sirnaAtas segala kenangan yang telah terpahat diatas batu, diatas jantungSedangkan waktu terus berjalan dalam semuMenanti terkstraknya rindu untuk memleburkan rasa menjadi debuAku sudah lelah dengan permainan dadumuMembolak-balikkan titik hitam diatas putihBerharap jiwa ini segera pulihDari segala harapan palsu yang telah merongrong hati


0 Komentar